Rabu, 18 September 2019

sepenggal kisah

Awal kisahku

Entah mengapa malam ini aku ingin mulai kembali merangkai kata, merangkai apa yang telah aku alami selama ini. Tak ada niatan apapun, aku hanya ingin sekedar bercerita melalui kata - kata. 

Satu tahun ini banyak sekali hal yang menjungkir balikkan hidupku, banyak pembelajaran baru yang harus aku lalui, mulai dari munculnya permasalahan di tempat kerja, baru bisa menyelesaikan studi di tahun ke lima, mengikuti seminar, keterima di tempat kerja baru, permasalahan di rumah, dimana hal yang selalu dipendam secara tidak sengaja terungkap. Oke aku akan mulai dari kisah awal perjalananku merantau. 

Aku berasal dari desa, berbekal tekad, dan niatan untuk membanggakan kedua orang tua, aku merantau ke kota provinsi untuk studi lanjut. Aku merantau dari tahun 2013. Satu tahun awal aku masih bergantung pada kiriman orang tua, tidak akan pulang jika tidak di telpon. Hal ini saya lakukan karena saya sadar saya bukan dari keluarga yang berada. Aku selalu pulang jika orang tua sudah telpon karena jika terlalu sering pulang ibuk menangis karena tidak bisa memberi uang saku. Dari situlah aku mulai berfikir untuk bisa mendapatkan tambahan uang saku. Aku mulai berjualan di kantin kejujuran, yang mana akhirnya aku berjualan jajanan di kosan, lalu berusaha nyari kerja (gabung) ke biro perjalanan. Dari yang berawal iseng ngelamar kerjaan di biro perjalanan, eh malah keterima kerja di biro tersebut. Saat itu tantangan awal bagiku, aku yang belum begitu bisa ngomong malahh keterima, dan disaat itu yang keterima rata - rata anak yang sudah semester akhir. Jujur ada rasa minder saat itu, aku yang belum bisa berbicara di depan umum saat itu di trainning dan diminta langsung ngomong di depan umum. Tetepi dari situlah aku mulai belajar, dan akhirnya aku pun putus kontrak secara tidak langsung. Yah mungkin belum di situ jalan rizki ku. 

Di tahun kedua aku mendapat tantangan dari kakakku untuk beli motor, dengan aku punya tanggungan hutang ke kakak. Akhirnya motor itupun terbeli, ya meskipun motor tua keluaran tahun 2005. Tak apalah, setidaknya aku punya alat untuk bepergian. Berawal dari situ aku mulai berfikir harus ada yang berubah, aku harus bisa memiliki tambahan uang saku. Dan mulailah aku bergabung di lembaga bimbingan belajar. Dari sanalah saya memulai belajar berinteraksi dengan anak - anak. Pada saat itu saya baru saja masuk di semester 3. 


Kisah lanjutan ada di postingan selanjutnya,,,, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar